Mengingat kembali Sejarah RI tentang PKI

Sejak presiden Jokowi berkuasa sekarang ini kebangkitan PKI mulai nampak terlihat, dan terang – terangan mereka muncul. Salah satu contohnya adalah belum lama ini muncul kaos berlogo pki. Juga isu bahwa Presiden ingin minum maaf kepada pki, yang padahal jelas jelas pki itu sangat kejam dan partai terlarang. Sebagai generasi muda hendaknya harus tahu sejarah tentang PKI yang sekarang dibuat abu2 beberapa oknum..

Inilah sejarah yang tak boleh kita lupakan semua :

– Tgl 31 Oktober;1948 :
Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

– Akhir November 1948 :

Seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yang semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain :
Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.
– Tgl 19 Desember 1948 :

Lanjutkan membaca “Mengingat kembali Sejarah RI tentang PKI”

Al-maidah 51 :Membedah Sisi Linguistik Kalimat Pak Basuki

Berikut ini analisis dari ahli tata bahasa Brili Agung seperti beredar di media sosial.

Oleh : Brili Agung (Ahli Tata Bahasa)

Sebenarnya saya sudah malas untuk membahas hal ini. Namun nurani saya terusik saat pembela Pak Basuki berdalih tidak ada yang salah dengan kalimat Pak Basuki.

Ini adalah potongan kalimat beliau :

“Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macam-macam..”

Terjemahan versi sebagian besar orang : Pak Basuki menistakan surat Al Maidah. Al Maidah 51 dibilang bohong oleh Pak Basuki.
Terjemahan versi pembela Pak Basuki : Pak Basuki tidak menistakan Al Maidah 51. Dia menyoroti orang yang membawa surat Al Maidah 51 untuk berbohong.

Mari kita bedah dengan kepala dingin. Jika kita ubah kalimat di atas dengan struktur yang lengkap maka akan menjadi seperti ini :
“Anda dibohongin orang pakai surat Al Maidah 51” – Ini adalah kalimat pasif.

Anda : Objek
Dibohongin : Predikat
Orang : Subjek
Pakai surat Al Maidah 51 : Keterangan Alat

Lanjutkan membaca “Al-maidah 51 :Membedah Sisi Linguistik Kalimat Pak Basuki”