Kenapa Ibu bagaikan Mutiara (SS)

kasih ibu sepanjang masa

Dalam sebuah hidup dan kehidupan peran ibu sangatlah penting yang tiada bandingannya. Wajar kalau ada istilah surga di bawah telapak kaki ibu, karena beliaulah yang cinta kasih sayangnya tulus sepanjang masa. Dan kenapa Ibu bagaikan Mutiara, mengingat dari sekian banyak manusia yang berjasa seperti bapak, guru, nenek, kakek, saudara atau pun kawan baik sekalipun hanya ibulah yang tanpa pamrih dan dengan penuh kecintaan yang selalu dekat dan mendampingi.

Kenapa Ibu bagaikan Mutiara ?

Karena mutiara kebanyakan adanya di dasar laut yang susah di cari nya, untuk mencari mutiara harus berjuang dengan susah payah dan ahli dalam menyelam, beruntung di jaman sekarang seorang penyelam bisa berjam-jam karena dibantu berbagai macam peralatan canggih sehingga bisa menyelam lama di dasar laut. Kalau jaman dulu untuk bisa menggapai mutiara di dasar laut harus benar-benar penuh perjuangan karena tanpa alat bantu seperti sekarang harus menyelam berjam-jam ke dasar laut hanya untuk mendapatkan mutiara.

Jadi dari cerita itu kita ambil hikmahnya kenapa ibu bagaikan mutiara, disamping penuh perjuangan dari semasa mengandung yang memerlukan waktu kurang lebih sembilan bulan, menyusui dan merawat dari bayi sampai akhirnya besar tumbuh dan berkembang yang kesemuanya itu baik perjuangan dan doanya dilakukan tanpa pamrih dan tidak minta balas jasa.

Kerelaan, kesetiaan serta ketulusan yang tiada tara seorang ibu berikan dan curahkan kepada buah kasih sayangnya tanpa meminta belas jasa.

Sehingga jelas dan pantas bahwa kasih sayang ibu itu sepanjang masa dan tiada duanya.

Untuk itu janganlah kita semua menyia nyiakan seorang ibu karena begitu banyak pengorbanan yang tanpa meminta balas jasa, sungguh mulia hati seorang ibu, begitu besar pengorbanan terhadap kita dengan susah payah dan penuh kesabaran serta ikhlas sampai kita tumbuh menjadi besar dan dewasa, itulah sebabnya kenapa ibu bagaikan Mutiara.

Karena apapun yang ibu lakukan, apalagi kalau maaf terkadang sudah ditinggal oleh suaminya. Maka perjuangan ibu seberat apapun pasti di lakukan demi membesarkan buah hatinya walaupun tanpa suami atau pendamping yang di sebabkan oleh suatu hal, tapi seorang ibu pasti dengan semangat serta ketulusan hati selalu berjuang untuk mendidik dan membesarkan buah hatinya.

Sungguh besar jasa seorang ibu yang hampir tiada banding nya oleh karena itu siapapun kamu harus patuh tunduk dan sopan serta menghormati seorang ibu, mengingat jasa- jasanya yang sangat begitu besar tiada banding nya sepanjang masa dan tanpa minta balas jasa.

Baca : Melakukan segala macam kerja demi keluarga

Sampai-sampai ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, Ya Rasulullah siapakah di dunia ini yang paling berjasa dan patut kita hormati ?

Rasulullah menjawab : Ibumu

Sahabat bertanya lagi, setelah itu siapa lagi Ya Rasulullah ?

Rasulullah menjawab lagi : Ibumu

Sahabat pun sampai tiga kali bertanya dengan pertanyaan yang sama, setelah itu siapa lagi Ya Rasulullah ?

Rasulullah Menjawab Lagi-lagi : Ibumu

Dan sahabat pun bertanya lagi setelah di jawab oleh Rasulullah sampai tiga kali, setelah ibuku siapa lagi ya Rasulullah :

Rasulullah baru menjawab : Bapamu

Artinya dari percakapan ini pun Rasulullah mengisyaratkan kepada kita semua, bahwa seorang ibu begitu mulia dan berharga dihadapan Rasulullah, bagaikan penyelam mencari mutiara di dasar laut mengingat perjuangannya yang begitu berat dan susah untuk mendapatkannya sampai-sampai kita di suruh menghormati seorang ibu satu berbanding tiga terhadap bapaknya walaupun seorang bapak pun bersusah payah mencari nafkah untuk menghidupkan keluarga termasuk kita, namun pengorbanan seorang ibu begitu sangat besar terhadap anaknya yang tiada tara dan sepanjang masa tanpa meminta belas jasa.

Baca juga :  Buruk di lihat terpuji di hati

Demikian sekilas tentang kenapa ibu bagaikan mutiara, semoga artikel ini menjadi renungan kita, betapa besar pengorbanan dan Jasa seorang Ibu kepada anaknya, oleh karena itu jangan sekali-kali membuat ibu marah apalagi sampai kita menjadi anak yang durhaka naudzubillah.

Buatlah ibumu bangga dan selalu tersenyum sepanjang hidupnya sampai akhir hayatnya !!!

Wassalam wr wb : Penulis Adijawa Solusi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 3 =