BERBAGI
Ada 2 jenis oarang kaya, tergolong kemanakah kita?

Menurut sudut pandang agama jenis orang kaya raya ada dua macam hal ini bisa di maklumi dan juga di pahami, oleh karena itu marilah sama-sama kita simak dan perhatikan artikel di bawah ini agar kita bisa memahami bahwa apa betul Dua jenis orang kaya raya menurut Agama itu.

Untuk itu marilah kita simak dan pahami berikut percakapan di bawah ini :

 

Beberapa waktu hari yang lalu saya bertemu dengan seseorang yang betul-betul kaya raya.

Bicara untuk urusan dunia, pastilah beliau sudah sangat cukup bahkan berlebihan. Sampai seluruh keturunan pun insya Alloh terjamin. Yang selalu menarik buat saya ketika bertemu dengan orang kaya yang demikian ini adalah mencari tahu pribadinya.

Karena orang kaya raya menurut Agama itu ada 2 jenis yaitu :

1. Kaya karena Maksiat

2. Kaya karena Takwa

Karena hanya 2 cara itulah cara untuk menjadikan orang akan menjadi kaya raya yaitu Makin maksiat makin kaya, makin banyak keharaman yang di kumpulkan makin kaya, makin banyak pesugihan nya makin kaya, makin rajin ke dukun nya makin kaya, itulah cara yang pertama.

Dan cara yang kedua yaitu Orang kaya pakai takwa artinya Makin rajin tahajud makin kaya, makin rajin duha makin kaya, makin banyak sedekah makin kaya raya inilah cara yang kedua.

Nah dari dua cara inilah saya berkhusnudzon atau berbaik sangka, bahwa beliau pasti memakai cara yang kedua. Jalan takwa baik dengan tahajud, duha atau sodakoh. Dan berbincang-bincang lah kami, dengan tambahan niat siapa tahu saya ingin dapat rahasia kekayaan, Alhamdulillah terkuak.

Rupanya beliau orang kaya raya ini mempunyai kebiasaan sedari dulu yaitu suka membeli dagangan dari para pedagang kecil meskipun sebetulnya barang yang di beli tidak di butuhkan.

Bahan ketika sudah kaya raya beliau punya usaha dan punya karyawan yang khusus untuk keliling, mencari pedagang sapu lidi, Pedagang layah dan uleg kan, pedagang tembikar, pedagang caping, pedagang kipas anyam, dan yang lain-lain sejenisnya.

Itu semua para pedagang tadi itu biasanya jualannya jalan kaki atau naik sepeda dan kebanyakan penjual nya sudah tua. Beliau berniat membagi rejeki melalui cara itu.

Saya bertanya kenapa tidak diberi sedekah saja ? Hebatnya jawaban beliau ” Mereka sedang ikhtiar, saya tidak ingin merendahkan ikhtiar mereka. Biarlah mereka mendapat 2 kesenangan.

Pertama kesenangan dagangannya laku dan yang kedua mereka jadi tidak putus asa, karena di jaman sekarang yang banyak mall dan toko-toko modern, masih ada orang yang mau membeli dagangan mereka” Subhanallah.

Dan setelah di beli, barang itu akan dibagikan beliau kepada siapa saja yang membutuhkan terutama orang sekeliling tempat tinggal beliau yang membutuhkan.

Baca artikel :  Menjaga sebuah Amanah

Mendengar kebiasaan ini saya yakin, Amalan inilah kunci kekayaannya.

Karena sebenarnya, entah beliau sadar atau tidak beliau tengah melakukan 3 Amalan sekaligus yaitu :

1. Sedekah

2. Membantu kesulitan saudara sesama muslim

3. Membahagiakan hati orang lain.

Pantas kalau kekayaannya menggunung luar biasa, karena Alloh swt telah melihat bahwa beliau ini memang pantas mengelola harta yang banyak. Ini sekaligus menjadi renungan bagi kita semua, khususnya dari diri kita sendiri dan terutama orang yang kaya agar mencontoh hal semacam diatas.

Apakah  sudah ada niat di dalam hati, atas setiap rezeki yang nantinya kita dapatkan akan kita salurkan untuk orang lain ?

Ataukah kita masih hanya berniat mengumpulkan harta, karena atau biar ingin nampak kaya raya untuk sendiri saja? mungkin patut kita bertanya serius pada hati kita sendiri. Jangan sampai semakin kaya, hati semakin serakah.

Baca juga :  Harta kekayaan kelak akan di tanya di Akhirat

Padahal sifatnya harta, ia akan memberi kepuasan hanya jika ia di bagikan (Ingat dalam rejeki kita ada hak untuk orang lain) untuk itu keluarkan zakat nya.

Dan akan memberikan rasa kurang dan terus berkurang jika harta disimpan (harta akan di mintakan pertanggung jawaban nya kelak di akhirat).

Demikian sekilas tentang Dua jenis orang kaya raya menurut Agama, semoga bermanfaat dan dapat menjadi pelajaran buat kita semua.

Wassalamualaikum wr wb. Adi Kejawen (Kerukunan Jawa Tulen)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY