Cerai di benci Alloh dan Rasulullah

Agama membolehkan tapi ingat Alloh dan Rasul Nya membencinya yaitu Cerai

Dalam kehidupan rumah tangga memang tidak selamanya harmonis atau mulus yang semua kita harapkan, akan tetapi terkadang ada keributan yang tidak tahu asal-usulnya. Oleh karena itu sebelum menikah kita seharusnya berpacaran dahulu tujuannya untuk saling mengerti dan koreksi antara calon pasangan itu sendiri. Jangan sampai kalau sudah terlanjur menikah terjadi keributan yang berujung ke perceraian. Memang cerai itu boleh menurut Agama, namun cerai di benci Alloh dan Rasulullah, walaupun diperbolehkan oleh Agama.

Mengapa terjadi Perceraian ?

 

1.  Adanya Kesalahpahaman

Yang paling tragis terjadinya perceraian kalau hanya adanya kesalahpahaman. Dengan kesalahpahaman atau hal yang sepele yang seharusnya bisa di selesaikan dengan kepala dingin dan solusi yang baik malah terkadang karena dua-duanya antara suami istri merasa benar dan saling egois di tambah umur yang masih pada relatif muda maka ter jadi pertengkaran yang hebat.

Karena saling egois, saling menang sendiri maka yang tadinya hanya adanya kesalahpahaman yang sepele berujung jadi pertengkaran besar bahkan terjadinya ke perceraian.

Baca juga :  5 Tips agar tidak terjadi Perceraian

Makanya kalau kawin atau nikah jangan karena nafsu tapi betul-betul di da sari karena saling cinta, saling memiliki dan saling menyayangi serta dengarkan khotbah pengantin saat akad nikah.

Sehingga tidak terjadi pertengkaran hanya adanya kesalahpahaman yang berujung ke Perceraian yang hanya berdalih cerai di per bolehkan Agama saja. Betul memang cerai di per bolehkan Agama dan tidak berdosa namun ingat bahwa cerai itu perbuatan yang di benci Alloh dan Rasul Nya.

2. Adanya Pihak Ketiga

Akibat dari perceraian selain kesalahpahaman juga biasanya yang paling banyak adanya pihak ketiga yang jadi pemicu nya atau biang keladi nya.

Banyak sekali pihak ketiga seperti perselingkuhan baik yang di lakukan dari pihak suami yang kebanyakan sekarang ini bahkan terkadang dari pihak istri juga, atau dari pihak keluarga kita ada yang terlalu ikut campur seperti, mertua atau dari kakak dan adik baik dari pihak suami atau istri.

Jadi ini semua bisa di cegah dengan duduk bersama dan kepala dingin apabila sebelum menikah kita berpacaran dulu, walaupun adanya pihak ketiga yang mengganggu bahkan mengadu domba artinya kita menjalankan pacaran dengan benar untuk saling koreksi antara satu sama lainnya tentang pasangan kita sehingga tidak akan terjadi apa itu yang namanya perceraian.

3. Sudah merasa tidak cocok dan sering berantem

Terjadinya perceraian yang lain selain adanya kesalahpahaman dan adanya pihak ketiga karena sudah merasa tidak cocok dan sering berantem.

Merasa sudah tidak cocok lagi sehingga sering ribut bahkan sampai berantem ini akibat dari sewaktu sebelum nikah atau pada masa berpacaran itu kurangnya mengorek si antara yang satu dengan lainnya dengan kata lain terlalu buru-buru dan didasari kebanyakan karena nafsu, dan tidak mendengarkan dengan serius saat ada khotbah pernikahan.

Kalau ini semua di jalankan dan di hayati demi keutuhan berdua dan didasari saling memiliki serta menyayangi insya Alloh yang namanya perceraian tidak mungkin akan terjadi.

Dan yang lebih menyakitkan memahami pengertian cerai yang Agama membolehkan, jadi berdampak buruk masalah sedikit cerai dengan dalih Agama saja membolehkan tidak mengerti kelanjutan kalimatnya Walaupun agama membolehkan namun ingat Alloh dan Rasul Nya sangat membenci.

4. Tidak punya keturunan, faktor ekonomi dan lain sebagainya.

Penyebab perceraian yang lainnya yaitu karena tidak punya keturunan, faktor ekonomi dan lain sebagainya seperti jodoh yang tidak panjang maupun sebuah kematian.

Akan tetapi ini semua bisa di cegah atau di atasi kalau cinta kasih sayang kita selaku pasangan suami istri yang sah betul-betul saling memahami dan saling menerima dalam arti betul-betul memahami dan mengerti serta menerima segala kekurangan dari pasangan masing-masing.

Kalau kita sudah saling menerima masalah tidak punya keturunan, faktor ekonomi dan lain sebagainya bisa diatasi dengan berusaha berobat atau konsultasi bahkan maaf bisa mengadopsi anak yang konon ceritanya bisa menjadi pemancing atau rangsangan agar istri kita nantinya bisa hamil juga atau bahasa jawa nya ketularan hamil dan memiliki anak nantinya insya Alloh.

Baca juga :  Cara mudah ingin mempunyai keturunan

Tapi dari kesemua penyebab perceraian tersebut yang sudah di uraikan diatas, pada dasarnya bisa di cegah atau di minimalisir apabila sewaktu berpacaran dulunya sebelum perkawinan betul-betul di pahami dan saling koreksi sehingga pada saatnya sudah menikah akan mengerti dan saling menerima apa adanya, dengan lapang dada bahkan saling menyadari bahkan mengasihani.

Demikian yang bisa penulis sampaikan Artikel tentang “Cerai di benci Alloh dan Rasulullah” semoga bermanfaat dan berguna buat semuanya serta mohon maaf apabila ada salah dan khilaf dalam penyajian artikel ini.

 Syukron Wassalam wr wb, Adijawa (Penulis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × three =