5 Alasan tidak pilih Jokowi

5 alasan kenapa tidak memilih Jokowi dalam pilpres 2019 mendatang

Sebentar lagi pilpres akan berlangsung di Indonesia dan kondidat presiden sudah kita ketahui. Jadi siapapun pilihan Anda article ini mungkin akan jadi pertimbangan untuk memilih siapa.

Berikut 5 alasan untuk tidak pilih Jokowi

Pertama, sejak mulai menjabat kebijakan pemerintahan jokowi selalu mengundang kontroversi mulai dari kenaikan bbm, pembentukan dan gaji personal badan badan yang tak perlu, sertifikasi mubaligh, penjualan aset negara, hingga pengangkatan pj gubernur yang menabrak aturan. Gaduh adalah habitat pemerintahan;

Kedua, jauh dari aspirasi umat Islam. Memosisikan umat Islam, tokoh serta ulama ulamanya berada di obyek permasalahan. Sejak pembelaan kasat mata terhadap penista agama Ahok hingga pemenjaraan tokoh dan ulama, menunjukkan tak ada empati terhadap aspirasi umat.

Continue reading “5 Alasan tidak pilih Jokowi”

Silsilah keluarga Prabowo dan Sandiaga uno

Tanggal 10 agustus kemarin telah dideklarasikan calon presiden Indonesia yaitu Bapak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Jika Anda ingin mengetahui silsilah keluarga lengkap kedua paslon tersebut silahkan lihat di bawah ini.

Continue reading “Silsilah keluarga Prabowo dan Sandiaga uno”

Kisah Rezeki kurma busuk, orang kaya tapi ingin miskin

Banyak di antara kita takut akan reezeki padahal sudah jelas Allah telah menjamin rezeki hamba-Nya yang bertakwa. Kisah rezeki kurma busuk ini akan menambah keyakinan kita bahwa jika Allah telah memberi maka tak ada satupun manusia yang bisa menghalangi. Meskipun dengan cara apapun. Kisah ini sangat menarik sekali.. Silahkan di baca dan renungi.

Abdul Rahman bin Auf dengan kisah kurma busuknya.

Sabda Rasulullah saw, Abdul Rahman bin Auf r.a akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya. Ini karena orang yang paling kaya akan di hisab paling lama.

Continue reading “Kisah Rezeki kurma busuk, orang kaya tapi ingin miskin”

Habib Rizieq: Ahok sudah gamblang melakukan penodaan terhadap agama terkait surat Al Maidah ayat 51

CERDAS. Habib Rizieq Syhab ( HRS) yang semula ditolak jadi saksi oleh tim kuasa Ahok karena dianggap punya masalah hukum, akhirnya keberatan Tim Pengacara Ahok tersebut ditolak oleh Hakim.

Dan dengan cerdas , HRS akhirnya bisa menjadi saksi ahli dan membungkam Tim Kuasa Hukum Ahok dan Ahok, karena secara gamblang HRS bisa menjelaskan dimana letak penistaan atau penghinaan terhadap surat Al Maidah51.

Menurut Habib Rizieq, Ahok sudah gamblang melakukan penodaan terhadap agama yakni terkait dengan surat Al Maidah ayat 51. Kalimat “dibohongi” yang terucap dari mulut Ahok ini yang dianggap sebagai penodaan agama.

Continue reading “Habib Rizieq: Ahok sudah gamblang melakukan penodaan terhadap agama terkait surat Al Maidah ayat 51”

Relawan Agus-Sylvi: deklarasikan dukungan pasangan Anies-Sandi

Relawan Agus-Sylvi asal Komite Nasional Masyarakat Indonesia (KMNI) mendeklarasikan dukungan bagi pasangan Anies-Sandi pada putaran dua Pilgub DKI 2017, setelah paslon nomor satu hampir dipastikan tidak lolos putaran berikutnya. Alasan dideklarasikan dukungan tersebut katena Anies-Sandi dirasa memiliki banyak kecocokan dengan KMNI dan juga masyarakat Jakarta.

Continue reading “Relawan Agus-Sylvi: deklarasikan dukungan pasangan Anies-Sandi”

MAHFUD MD: Ini jawaban telak bung Karno kepada Ahok, Diskusi merekatkan bangsa

Menanggapi ucapan Ahok tentang memilih pemimpin berdasarkan Agama melanggar konstitusi.

PROF. MAHFUD MD:
“Bung Karno tidak masalah memilih berdasarkan agama, malah menyuruh memilih berdasarkan agama!”

BUNG KARNO, 1 JUNI 1945:
“Kita berkata, 90 persen daripada kita beragama Islam, tetapi lihatlah di dalam sidang ini berapa persen yang memberikan suaranya kepada Islam..?”

INI DIA JAWABAN BUNG KARNO DAN PROF. MAHFUD MD KEPADA AHOK YANG TELAH NGAWUR BERPENDAPAT BAHWA MEMILIH PEMIMPIN KARENA AGAMA ADALAH MELANGGAR KONSTITUSI, seperti terungkap dalam Diskusi ‘Merekatkan Bangsa’ di TvOne, Selasa 14/2/17.

Continue reading “MAHFUD MD: Ini jawaban telak bung Karno kepada Ahok, Diskusi merekatkan bangsa”

Mengingat kembali Sejarah RI tentang PKI

Sejak presiden Jokowi berkuasa sekarang ini kebangkitan PKI mulai nampak terlihat, dan terang – terangan mereka muncul. Salah satu contohnya adalah belum lama ini muncul kaos berlogo pki. Juga isu bahwa Presiden ingin minum maaf kepada pki, yang padahal jelas jelas pki itu sangat kejam dan partai terlarang. Sebagai generasi muda hendaknya harus tahu sejarah tentang PKI yang sekarang dibuat abu2 beberapa oknum..

Inilah sejarah yang tak boleh kita lupakan semua :

– Tgl 31 Oktober;1948 :
Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

– Akhir November 1948 :

Seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yang semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain :
Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.
– Tgl 19 Desember 1948 :

Continue reading “Mengingat kembali Sejarah RI tentang PKI”

Al-maidah 51 :Membedah Sisi Linguistik Kalimat Pak Basuki

Berikut ini analisis dari ahli tata bahasa Brili Agung seperti beredar di media sosial.

Oleh : Brili Agung (Ahli Tata Bahasa)

Sebenarnya saya sudah malas untuk membahas hal ini. Namun nurani saya terusik saat pembela Pak Basuki berdalih tidak ada yang salah dengan kalimat Pak Basuki.

Ini adalah potongan kalimat beliau :

“Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macam-macam..”

Terjemahan versi sebagian besar orang : Pak Basuki menistakan surat Al Maidah. Al Maidah 51 dibilang bohong oleh Pak Basuki.
Terjemahan versi pembela Pak Basuki : Pak Basuki tidak menistakan Al Maidah 51. Dia menyoroti orang yang membawa surat Al Maidah 51 untuk berbohong.

Mari kita bedah dengan kepala dingin. Jika kita ubah kalimat di atas dengan struktur yang lengkap maka akan menjadi seperti ini :
“Anda dibohongin orang pakai surat Al Maidah 51” – Ini adalah kalimat pasif.

Anda : Objek
Dibohongin : Predikat
Orang : Subjek
Pakai surat Al Maidah 51 : Keterangan Alat

Continue reading “Al-maidah 51 :Membedah Sisi Linguistik Kalimat Pak Basuki”